Sore ini seperti biasanya melakukan tugas rutin menjemput istri dari tempat kerjanya, kemudian bersama sama ke pasar tradisional membeli keperluan bahan kue yang akan dibuat malam nanti. Side job istriku membuat penganan penganan ringan lalu dijual di kantin kantornya. Sepeeti kripik pisang, kacang disko, kuelumpur, kue mangkok atau kue sous. Hasilnya bisa menutupi biaya jajan anak anakku.
Kami menuju pemasok pisang langganannya. Macet di sore hari sudah menjadi menu sehari hari jika melalui rute ini/ Jalanan yang sempit dengan lalu lintas yang cukup padat/ Beberapa kali saya harus menginjak rem mendadak, karena ulah sebagian pengendara yang ugal-ugalan. Jalanan itu sepertinya hanya untuk mereka, yang lain cuma numpang lewat. Bersabar.....sabar......n......sabar.
Masyrakat sepertinya sudah kehilangan rasa saling menghprmati dan tenggang rasa terhadap sesamanya. Empati....unyul bisa merasakan rasa orang lain hampir tidak ada. Ego prinadi yang muncul ke permukaan.
Hal yang sebaliknya yang saya temui dsst melihat seorang ibu, mau berbagi beberapa tandang buah pisang ke kaum papa yang tinggal dekat tempat pembuangan sampah.
Keikhlasannya untul berbago menyadarka saya, bahwa masih ada prang yang memili kepedulin terhadap sesamanya/Empati itu ternyata masih ada.\\\
Tidak ada komentar:
Posting Komentar